Visitors can enjoy the atmosphere
of the Keraton as it was centuries ago.
Daily activities open to the public include
gamelan music, Javanese poetry readings,
court dances, and puppet shows designed
to preserve the ancient arts. Many sets
of gamelan instruments, antiques, batiks
and heirlooms make the Sultan's Palace one
of the most interesting tourist sites in
Jogjakarta.
pariwisata
Jumat, 15 Maret 2013
Kamis, 21 Februari 2013
Pulau Tidung saat ini menjadi salah satu tujuan favorit pariwisata
warga Jakarta dan sekitarnya. Pesona Pulau Tidung menjadi alternatif
liburan selain pantai-pantai indah di Pulau Bali, Pulau Lombok, maupun Sumatera.
Keindahan alam Nusantara merupakan anugerah Tuhan yang tidak terkira
harganya. Sudah seharusnya kita melestarikan alam Indonesia supaya bisa
bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dinikmati anak cucu kita. Ayo
berlibur ke Pulau Tidung!

You are here: Home / Domestik / Jakarta / Wisata Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta
Wisata Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta
92
Selain Pulau Tidung, pariwisata Jakarta juga mengenal Pulau Bidadari sebagai kawasan wisata yang terletak di Kepulauan Seribu. Jika Pulau Bidadari dikembangkan sebagai resort mewah, maka sebaliknya dengan Pulau Tidung yang lebih merakyat. Keindahan alam bawah laut Pulau Tidung tidak kalah menarik dibanding Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara, Kepulauan Kangean di Jawa Timur, maupun Kepulauan Raja Ampat di Papua.
Kawasan wisata Pulau Tidung terdiri dari hutan mangrove, pantai dengan pasir putih, pemukiman penduduk, dan beberapa fasilitas umum. Wisatawan dapat menikmati keindahan Pulau Tidung cukup dengan jalan kaki. Jangan lupa mengabadikan gambar tempat wisata alam Pulau Tidung yang fenomenal itu. Selain jalan kaki, Anda juga bisa menyewa sepeda kayuh untuk mengitari area wisata Pulau Tidung yang tenang.
Bagian paling menarik dari tempat wisata Pulau Tidung adalah keberadaan Jembatan Cinta. Entah bagaimana asal mula pemberian nama jembatan tersebut, Jembatan Cinta saat ini makin dikenal oleh wisatawan sebagai obyek wisata di Kepulauan Seribu yang populer. Jembatan Cinta berfungsi menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil. Aktifitas masyarakat setempat banyak terbantu oleh keberadaan Jembatan Cinta. Warga dan wisatawan hilir mudik dari Pulau Tidung Besar ke Tidung Kecil melalui Jembatan Cinta.
Candi Prambanan identik dengan pertunjukan seni drama tari Ramayana.
Drama yang berlangsung di panggung terbuka tersebut memberi ciri khas
Candi Prambanan dalam hal gambar tempat wisata yang romantis. Para
fotografer tidak akan menyia-nyiakan kesempatan mengambil gambar tempat
wisata di kompleks candi Hindu ini karena terdapat ribuan arca
bersejarah yang siap diekspose.
Taman Nasional Gunung Kelimutu terletak di Kabupaten Ende, provinsi
Nusa Tenggara Timur (NTT). Obyek wisata ini terkenal karena keindahan
Danau Tiga Warna Kelimutu yang berwarna-warni. Keindahan tempat wisata Danau Kelimutu
sudah diketahui sejak jaman kolonialisme Belanda. Sejak saat itu,
masyarakat Eropa berdatangan kesana untuk mengunjungi obyek wisata yang
menakjubkan tersebut.
Pantai Pelabuhan Ratu adalah salah satu tempat wisata di Sukabumi
yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan dari dalam dan luar
negeri. Pantai yang berada di Teluk Pelabuhan Ratu ini termasuk dalam
kelompok pantai selatan Jawa. Daya tarik tempat wisata di Jawa Barat
ini dihasilkan melalui perpaduan pasir putih yang indah, pantai yang
bersih, kesenian masyarakat Sunda, dan kekayaan laut yang melimpah.
Nilai historis dan sakral Pantai Pelabuhan Ratu didapatkan melalui keberadaan salah satu kamar hotel di resort area yang diyakini sebagai tempat pertemuan manusia dengan ratu penguasa laut selatan. Tempat tersebut dibangun sejak jaman Presiden Soekarno dan tetap dilestarikan keangkerannnya sampai sekarang. Wisatawan banyak yang penasaran dengan mitos tersebut dan tertarik untuk membuktikan.
Nilai historis dan sakral Pantai Pelabuhan Ratu didapatkan melalui keberadaan salah satu kamar hotel di resort area yang diyakini sebagai tempat pertemuan manusia dengan ratu penguasa laut selatan. Tempat tersebut dibangun sejak jaman Presiden Soekarno dan tetap dilestarikan keangkerannnya sampai sekarang. Wisatawan banyak yang penasaran dengan mitos tersebut dan tertarik untuk membuktikan.
Langganan:
Postingan (Atom)